Athirah

Kau tak akan pernah kehilangan ibumu. Energinya akan ada besertamu sepanjang hidup.
novel Athirahku dan buku anatominya iin-8 feb 14
Beberapa waktu lalu, ada Bapak Jusuf Kalla dalam acara Sarah Sechan. Beliau sebagai bintang tamu pada acara tersebut. Kali itu membahas 'Jusuf Kalla menuangkan cerita keteguhan sang ibu ke buku'. Dan benar memang adanya, dari acara Sarah Sechan ini saya tahu "ATHIRAH". ATHIRAH merupakan novel biografi dari sisi Jusuf Kalla yang menceritakan sosok ibu bagi Jusuf Kalla, Emma.

Novel ini bercerita mengenai kekuatan sosok ibu bersikap dalam menghadapi masalah poligami. Keluarga Kalla berasal dari Bone. Pak Haji Kalla (bapak Jusuf Kalla) adalah pedagang yang gigih dan jujur. Keberhasilan bapak dan ibu sebagai partner hidup maupun bisnis membawa keluarga ini sampai ke Makassar.

Tahun 1955. Tahun yang terberat dalam hidup Jusuf Kalla. Bahwa pada tahun itu, Bapaknya menikah lagi dengan wanita lain. Wanita yang bahkan mereka pun tidak mengenalnya. Bertemupun tidak pernah.
Tahun yang sulit, bagi seorang istri yang dimadu dan anak yang ditinggalkan bapaknya menikah lagi. Meskipun dalam kesehariannya Bapak menepati janjinya untuk ada bersama mereka setiap subuh- sarapan dan sewaktu maghrib-makan malam. Bapak yang tak pernah alpa menyayangi anak-anaknya.
Tak pernah ada perlawanan dari Emma maupun anak-anaknya. Mereka sakit hati, berat hati melepas Bapaknya tiap malam, sedih, bahkan marah. Namun itu semua tak pernah diluapkan kepada Bapaknya. Emma tak pernah mengajarkan hal sererti itu.

Hari-hari yang sulit tanpa melihat senyum ibu yang terpancar dari mulut dan mata merupakan hari yang suram bagi keluarga. Saling menjaga sikap dan perasaan diri, saudara juga Emma.
Betapa luas hati seorang istri. Sesakit apapun, sepedih apapun kenyataan hidup, ia tetap tegar. Bangkit dari kepedihan, menguatkan dan menyempurnakan hari, bahwa kenyataan ini harus diterima dengan ikhlas.
Eh, disini juga diceritakan bagaimana Jusuf mendekati Mufidah. Wanita yang sekarang menjadi istri. Partner hidup.

Ada banyak pesan dalam novel ini. Menjaga keharmonisan keluarga. Aku catat beberapa pesannya. 
----“Hei,Kau ingatlah anak dan istrimu. Tidakkah kau tahu kalau segala yang kau perbuat akan melukai mereka sepanjang hidup jika mereka tahu?” Emma-111
----“Jadi Jusuf,” Emma tersenyum, “mari bangkit. Kita hapus rasa sedih dan berat dari batin kita. Anggap ayahmu khilaf. Jadi kita tak perlu merusak hidup kita.” Emma-131
----“Laki-laki memiliki keputusannya sendiri tentang perasaan cinta, Ucup. Tapi, kesetiaan perempuan adalah pedoman yang berharga sebelum laki-laki membuat keputusan. Jangan pernah kau sia-siakan perempuan yang mengasihimu dan setia kepadamu.” Mak Kerra-238
----Rindu ternyata membutuhkan pemecahan. Jarak bisa memaksa seseorang untuk menekan rindu dan mengobatinya dengan cara apapun yang bisa dilakukan. Tapi ketika kau tahu bahwa jarak itu bisa kau tumpas, maka kau akan keras kepala menerjang rindumu. Kau pasti ingin bertemu. Jusuf-244
----“Berdagang itu berjuang, Jusuf. Jika kau berdangang dengan cara benar, kau secara tak langsung telah belajar makna berjuang.” Bapak-242
----Aku menemukan nilai yang sangat luar biasa dari Emma. Bagaimana kepedihan bisa ia sulap menjadi energy yang menakjubkan. Bagaimana perasaan terdepak dan terpinggirkan ia sulap menjadi semangat berlipat ganda, yang justru membuatnya maju berlangkah0langkah. Itulah energy perempuan tersakiti! Emma membuatku percaya, taka da yang bisa kau lakukan untuk mengecilkan perempuan. Semangat bangkit mereka tak pernah bisa dibayangkan. Aku belajar banyak dari Emma. Tentang perkara bangkit dari duka. Belajar sangat banyak. Ia bukan melupakan. Bukan pula mengubur. Ia bersekutu dengan sedihnya untuk kemudian bersama-sama mengubah itu menjadi energy. Betapa luas jangkauan hati perempuan. Seperti ada dunia-dunia baru yang bisa diarungi melalui perasaan yang diperbarui. Jusuf-162
-----“Jusuf, apapun yang kau pikirkan, ingatlah, Allah tidak akan memberikan keindahan yang sempurna tanpa didahului perjalanan terjal.” Emma-309
----Jusuf, tidak semua hal dalam hidup perlu kita sesali. Ada hal-hal yang telah kita putuskan, kita mulai dengan teguh, dan harus kita hormati resikonya setelah waktu berjalan dan mendatangkan perubahan. Bapakmu orang baik. Ia manusia biasa. Sama seperti kita yang tak luput dari kesalahan. Yang harus kita lakukan dalam kondisi sepelik apapun adalah menjaga kebaikan untuk tetap menjdai pemenang. Kau tak perlu menyemburkan egomu sebab itu tak selalu menjadi penyelesaian yang baik” Emma-326
-----“Ikhlaskan Mufidah. Jangan kau buru dia dengan egomu. Sayangi dia, mecintai atau tidak mencintaimu. Seorang perempuan harus kau beri kebebasan untuk mencintai dengan suara hatinya.” Emma-326
----“Nak, jaga Mufidah baik-baik. Jangan lakukan apa yang Bapak lakukan terhadap ibumu.. “ Bapak-330
----Istri adalah napas keluarga. Kau yang akan mengatur denyut semangat keluargamu. Kau yang bisa menjaga emosi dan menciptakan damai di rumahmu. Kau yang akan mengimbangi kesibukan suamimu dengan keindahan-keindahan yang diciptakan perempuan di dalam rumah. Ketika seorang ibu menangis, ia menciptakan hujan badai di rumah. Ketika seorang ibu tersnyum, ia menciptakan berjuta sukacita. Jika seorang ibu meledakkan hatinya, keluarga akan ikut meledak. “ Emma-371 

Novel ini, menjiwai. Mengingatkanku akan sosok wanita separuh baya di timur sana. Yang hatinya luas. Yang selalu mendoakanku. Ibu…

Komentar

Postingan Populer