Berbagi denganmu

Kamu tahu, aku selalu ingin berbagi denganmu. Apa-apa yang sekarang ku liat, ku rasa, ku dengar, dan kebahagiaan ini selalu aku ingin bagi denganmu. 
Kamu ingat, sewaktu dulu, tetiba kamu datang dengan satu tangan menggenggan tangan anak kecil berbaju pink?? Hari itu, aku sungguh bahagia. Inilah kali pertama kau mengunjungiku, mengambil laporan nilaiku.
Kamu tahu, aku selalu ingin menunjukkan kepadamu-apa-apa yang pernah aku lalui, bersama mereka setiap harinya. Tentang teman-temanku, Sheila, Wuri, Ismi, Dian, Dita, Maya, dan genk-ku di tahun ketiga. Serta Pak Tjip-bapakku, kata mereka, Si guru Matematika yang terkenal Killer. :) Tentang si Atik dan Suryadi yang selalu heboh dan bu Susiyam-guru matematik kesayangan anak-anak. 
Hingga aku memutuskan untuk memilih di antara dua yang kamu tawarkan. Yang sedikit jauh beberapa km dari rumah, tak ada 18 km, tapi cukup dekat. Tempat yang asing bagiku ketika awal kali menginjakkan kaki. Bagaimana tidak, taman tengah bukan seperti taman, terlihat rungkut dan gersang tanahnya. ckckkck. Namun, tempat yang begitu asik bagiku bertemu dengan banyak teman dan orang-orang yang sangat baik. Tapi aku banyak cerita di sini. Aku selalu ingin mengenalkan mereka semua padamu. Teman-temanku yang heboh, suka belajar, dan kebiasaan-kebiasaan mereka.  Shelma, restu, Lentra, Neni, Ketua, Nizar, Luqman, Teguh, Heru, Zarkasih, Mbake, Wuri juga, Ana, Kuning-Nining, Mas Weweng, Mbak De, Nuris, dan juga tentang dia-yang-sering-antar-aku-pulang. Tak lupa juga Bu Dian yang menjadi ibu kita semua. Tentang ruangan yang kami sulap menjadi ruang bermain, ber-mural-ria. Tentang masjid yang setiap hari jumat pagi-siang aku bersihkan bersama anak remus. hmmhh,,, semua itu,  aku selalu ingin berbagi. 
Pun juga saat ini. Di tempat yang hampir empat tahun aku jauh darimu. Aku masih ingat, ketika hari itu tiba, dari pagi mimik mukamu cemas. Sampai siang hari, ketika aku turun dari sepedaku, "Bagaimana?? Keterima dimana??",tanyamu. Aku tersenyum dengan satire. Senang juga ga nyangka. "Lolos di UB, Malang", jawabku. Langsung ku lihat mimik mukamu berubah. Dari cemas menjadi bahagia, ga percaya, dan bingung. Aku hanya diam dan masuk ke dalam rumah. Aku ingin berbagi, aku ingin mendengarmu. Baru aku tahu, kamu sedikit kecewa, aku akan tinggalkanmu. 
Di sini, sekarang aku berdiri. Melihat gedung yang tinggi di sekitarku, jalanan yang ramai, pedagang yang banyak ditemui di setiap gang. Tentang teman-temanku yang sangat rame, heboh, pinter, unik-unik pokoknya. Tentang kedua kakakku Iin-Chum, tentang kuliahku, gedungku, kosku, Nurul, Tati, Kokom, Jazz, si Kembar, Mbak Febri, Mbak Zhie. Gedung rektoratku, lapangan, perpus, lab material, labkom, cintaah, dan juga daun yang berguguran di depan jurusan serta Matos. Hanya sekali aja, seperti saat kita ke pasar dulu dan kemarin itu. Begitu saja, aku ingin berbagi denganmu.
Kamu, dimanapun kamu berada, sedang apa dan bersama siapa, semoga Allah selalu mencukupkan rahmatNya padamu. Semoga kesehatan selalu bersamamu hingga ibadahmu padaNya tak terganggu. Kamu, aku titipkan engkau padaNya, sang pemilik hati dan hidup kita. 
Kamu, ibuku, aku merindumu di sini.. ^^

Komentar

Postingan Populer