Nurani

"Ketika kita akan berlaku salah, nuranilah yang pertama kali berteriak histeris dan spontan mengatakan pada kita. 'Jangan lakukan! Itu perbuatan buruk!'"

Tulisan ini saya adopsi dari buku Ahmad Rifai Rifan, bagian 1 tentang Nurani. 
Nurani adalah suara hati, yang bisa didengarkan oleh semua manusia. Ya, kita pastilah punya dan sangat mengenali suara hati ini. Nurani. 
Nurani adalah ibarat sensor yang mana dia sangatlah peka dengan segala kebaikan dan keburukan. Sekecil apapun itu bentuknya, dia pendeteksi yang sangat lihai dan jujur. 
Allah menganugerahi kita nurani sebagai indikasi mana yang benar dan mana yang salah. Dalam menghadapi kehidupan, nurani selalu membisikan suara jernih untuk menyuruh kita memilih dan melakukan hal-hal yang benar dan baik. Dia membisikan kebenaran yang hakiki. Nurani memberi sinyal ketentraman di jiwa jika kebaikan didapat. 

"Mintalah fatwa pada hatimu. Kebaikan itu adalah apa-apayang tenteram jiwa padanya, dan tenteram pula dalam hati. Dan doa itu adalah apa-apa yang syak dalam jiwa, dan ragu-ragu dalam hati, meski orang-orang memberikan fatwa padamu dan mereka membenarkanmu"(HR. Muslim)


Pernah seorang teman bertanya, "Bagaimana kita tahu itu kebaikan seseorang?" Dan saya menjawab, "tanya hatimu", eehh dianya kok malah ketawa. Apa aneh ya..?? Kok bisa?? Ya iyalah, apapun yang kita lakukan, itu berdasarkan apa yang ada di hati.  Entah nurani kita membenarkan atau tidak, tapi pasti dia bersuara. Entah kamu mendengar, atau pura-pura tidak dengar. Dan bila itu memang berdasarkan hati, pasti orang lain juga akan merasakannya. Ketulusan dan kebaikan.Aneh ya.. Bukan aneh, hanya saja kita yang biasanya tidak peka dan tidak mau mendengar.
Saya juga sering mendengarnya, dia mengajarkan yang baik pastinya. hanya memang kita terkadang atau bahkan sering kali menunda dan cuma mendengar saja.

**dari buku Tuhan, Maaf Kami sedang Sibuk ^^

Komentar

Postingan Populer