Kadang Mencintai Seseorang Itu...

"...kadang mencintai seseorang hanya perlu memastikan orang itu berada dalam kebaikan. Itu lebih berarti dibanding dia selalu di sisimu..dalam keburukan...."

Kalimat ini saya sunting dari novel yang saya baca. Lantas?? Mengapa mesti ada "kadang"?
Iya, saya sepakat dengan pernyataan ini. Dari kata-katanya saja dan diperkuat oleh cerita dari novel itu. 

Hmm..mencintai seseorang...
Pasti mencinta itu tidak sulit daripada dicintai. Mencinta bukanlah perkara antara aku dengan kamu saja. Tapi lebih dari itu. Mencinta adalah masalah hati. Ya, hati ini. 
Mungkin untuk para pencinta, mencintai adalah hal yang istimewa bahkan menyakitkan. Mencinta adalah hal yang sudah menjadi sifat manusia. Tuhan saja juga mencintai hambaNya, tapi cinta yang berbeda. :D
Mencinta adalah hasrat yang timbul di hati, terkadang mendamaikan tapi juga menyakitkan. Manusia yang dilanda cinta yang terlihat hanyalah satu, dia yang dicinta. Tidur tak nyaman. Makan tak enak. Hati gusar selalu ingin bertemu. Pikiran hanya ada tentang dia. Dan gemuruh dalam dada tiap kali berjumpa. Senyum hanya ada jika ada si dia. Emosi labil. Dan perasaan ingin memiliki pasti ada. Aaahh..seperti itu lah orang yang lagi dilanda cinta.
Mencinta itu adalah hal yang sangat berat, menurut saya. Kenapa?
Seseorang yang mencinta, akan bersikukuh mempertahankan cinta dalam hatinya dan dalam hati si dia.  Dengan berbagai cara mencinta seseorang. Ada yang mencinta dan tersampaikan. Ada juga yang mencinta dan tak tersampaikan bahkan ada pula yang mencinta sampai membabi buta (naudzubillah).

Bagi yang cintanya tersampaikan, mereka akan senang, bahagia seperti berada di atas awan. Dalam sekejap dunia akan terasa milik berdua. Makan bareng, jalan bareng, ada yang nganter-jemput, ada yang nraktir, ada yang perhatian, ada yang menjaga, ada teman berbagi suka dan duka. Seolah bila tak jumpa semangat hidup meredup. oooohh.. ckckckk >.<
Bagi yang cinta tak tersampaikan, ada dua kemungkinan yaitu bertepuk sebelah tangan atau diam. Bila yang terjadi adalah bertepuk sebelah tangan, ini akan menjadi sangat dan sangat menyakitkan. Dia akan mersa kecewa, putus asa dan serasa semua telah hancur. Namun, mereka yang tetap bisa menjaga pertemanannya dengan orang yang dicinta, hal itu mungkin sedikit mengurangi meski pasti sangat kikuk di awal.Sedangkan mereka yang diam, tak mengungkapkan cintanya itu adalah cara dia mencintai. Cukup hanya adanya orang yang dicinta. Melihatnya bahagia dia juga akan bahagia. Melihatnya sedih dia juga akan bersedih. Mesti jaga sikap dan tau diri. hooooooh..
Dan yang terakhir, yang sangat harus dihindari. Mencinta yang seperti ini bukan dari hati, tapi nafsu. Cinta yang sampai membabi buta. Membutakan mata, pikiran dan hati (naudzubillah). Bila seseorang sudah seperti ini, saya kok merasa kasihan ya... Jangan sampailah kita.

Kembali ke topik awal, menurut saya dan bagi saya..
Mencinta, memastikan orang itu dalam kebaikan. Ya, pasti orang yang mencinta bakal melakukannya untuk orang yang dicinta. Lalu, mengapa mesti ada "kadang" di situ?
Itu dia yang menjadi pembeda. Cara mencinta. karena tiap orang berbeda-beda cara, niat dan tujuan untuk mencintai. Mencinta bukanlah perkara mudah bagi orang yang mempunyai niat baik dan juga pikiran dan hati bersih. Bagi mereka memiliki ataupun tak memiliki orang itu bukanlah hal yang rumit dan menyakitkan hati. Mereka hanya butuh memastikan orang yang dicintainya berada dalam kebaikan. Sehat lahir batin, lingkungan nyaman dan aman, jiwa tidak sedang terancam, dan juga satu yang penting akhlak dan hatinya masih terjaga. Itulah kenapa mesti ada kata "kadang" di situ.
Karena bagi sang pencinta, kenyamanan dalam hati itu sangat perlu. Dan menjaga hati dia dan orang yang dicinta itu tidaklah mudah. Menjaga hati, menjaga cintaNya dalam hatinya...
Itulah mencinta. dan itulah cinta..

Komentar

Postingan Populer