Butet : Sokola Rimba

Haii, seakan lama tak menuliskan apa-apa di sini. Padahal terakhir nulis kemarin. hehehe.
Kemarin sore, sewaktu saya di labkom, asyik utek-utek blognya orang. Serius membacanya. Tulisannya mengalir indah. Aku suka. Aku jadi ingin ngeblog dan menuliskan apa yang ada dipikiranku dengan mengalir, runut, dan enak dibaca. Hmm, mencoba dan belajar. tapi tetap saja jadinya seperti ini. Semoga yang membaca blogku tetap senyum, hehe. Terimakasih sudah meluangkan waktu mampir di sini. :)

Haii,, beberapa hari ini saya berpikir, bagaimana untuk membuat uang. Banyak hal sih, dari untuk ngelab, makan, ngekos, jajan, jalan-jalan juga yang tak ketinggalan buku. Ah, beberapa kali buku-buku itu semakin menggodaku. Berharap ada seseorang yang membaca tulisanku kali ini dan memberikanku buku-buku yang ku inginkan. Mungkin bisa memberinya satu-persatu. hehe. (Lagi ngarep banget ini :D)
Aku haus membaca kali ini. Hatiku ingin di tenangkan. Baca Quran? Pastinya lah, itu pengobat hati dan pikiran yang paling jitu. Tak terkalahkan oleh apapun. Tadi sehabis sholat subuh, aku juga membacanya. menjadi rindu padaNya, Rosulullah juga orang tua. huhuhu. ^^

Kembali pada buku. Buku-buku yang pernah aku sebutkan beberapa minggu yang lalu, masih belum bisa aku dapatkan. Eh, ini ada novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu, karya bang Tere. Aku  dapat pinjaman dari kakak. Ulasannya menyusul yah... :p

Baiklah. Beberapa kali aku melihat tayangan si Sarah Sechan. Eh, ada Prisia Nasution. Aku mengenal Prisia Nasution lewat FTV. hihi :p. Kali ini di acara Sarah Sechan diulas mengenai beberapa filmnya. Ada Sang Penari. Rectoverso, Sokola Rimba hingga yang baru (lupa namanya) yang pasti film action. Nah, yang membuatku tergelitik adalah mengenai Sokola Rimba. Ini adalah film, dimana dia mejadi pengajar di hutan rimba daerah Papua. Woww. Mendengar kata "pengajar di hutan" telingaku langsung stay di frekuensi itu. Aku menyimaknya baik-baik. Ternyata film ini diambil dari bukunya mbak Butet Manurung dengan judul yang sama Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba.
buku sokola rimba
Saya sendiri baru tahu. Aku bukanlah orang yang suka berburu buku setiap minggu di gramedia maupun toko buku lainnya. Bukannya apa, dari dulu saya ingin sekali bermain-main ke toko buku, melihat koleksi bukunya, membeli dan membuat buku koleksi saya sendiri. Hal pernah ada di pikiran saya sewaktu kecil, Tapi karena tak ada orang yang suka baca di sekitar saya, jadinya yah tak pernah greget. mengenal toko bukupun itu sejak kelas 2 SMA. hmm, kasian sekali ya.. Hiks!
Tapi aku bersyukur ada di Malang, dekat dengan Matos juga orang-orang yang suka baca. Ada gramedia di situ. Meski aku tak beli, karena uang harus dibagi-bagi. jadi aku hanya melihat-lihat, kadang yang sangat saya ingin, saya baru beli. Hehe. Aku sampai dewasa ini pun belum bisa membuat uang sendiri. Hadeehh,, ga keren ya..

Oke, kembali ke Sokola Rimba. Mbak Butet ini adalah seorang wanita berdarah Batak. Beliau memiliki jiwa yang keren. Sang pelopor pertama untuk mengajar masyarakat orang rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi. karena beberapa dari masyarakat pribumi tersebut sering ditipu oleh pihak asing. Mengajarkan calistung. Awalnya di tolak namun lama-kelamaan, mereka sadar bahwa calistung penting hingga akhirnya mereka mau belajar bersama mbak Butet. Keren sekali ya. Bener-bener jiwa yang keren.
mbak Butet Manurung
Allah, maha besar Engkau. Semoga masih ada satu bahkan sejuta Butet yang lain di bumi ini. Allah, semoga aku salah satu darinya. Aamiin.
Dan semoga dia memberikan tanggapan positif untuk permintaanku. Aku mau nonton film Sokola Rimba di bioskop dengannya, nanti pas udah hadir, bulan November 2013.
kegiatan mengajar di hutan rimba
Karena tak bisa aku mengaplut videonya cari sendiri di youtube ya.. heheh. ini aku kasih link http://www.youtube.com/watch?v=tBBl0Rop2yc

Komentar

Postingan Populer