Kinanthi - Tasaro GK

isi buku kinanthi :)
Apa kabar?
Bagaimana hidupmu? Kamu tahu, hidupku semakin tak mudah. Takdir masih saja mencandaiku. Apa yang kau lakukan sebenarnya?
Mengapa kau tetap bergeming di kepalaku dan tak hendak pergi?
Bukankah sudah kupersilakan kepadamu untuk terbang mengawan? Jujur, aku takut. Sepuluh atau dua puluh tahun ke depan aku tak muda lagi. Apa yang ku alami nanti?
……...........................................................
Apa kabarmu hari ini? Masihkah sendu di matamu itu? Aku tahu kau tak terganti. Sekuat apapun aura kedatangan orang baru pada hidupku, kamu akan selalu menang. …………………………………………………………………………..
Semakin jauh dari waktu ketka aku merasa memilikimu, meski aku tak pernah memilikimu. Sekarang, tanpa menyalahkan janjimu, aku kehilangan semua kata-katamu. Bahwa, aku selamanya untukmu. Bahwa, kau mengembalikan ke masa itu. Tidakkah aku penting bagimu? Pernahkah kau memikirkan sedang apa aku hari ini? Sementara ketika kau mendatangi mimpiku, aku menangis.
Aku merasakan kehadiranmu, saat itu. Aura hatimu. Senyum surgamu. Bahkan setelah aku tak lagi berharap untuk bertemu, aku tetap menginginkan auramu. Berharap kamu mampir sejenak di bunga tidurku. Sejenak saja, dan itu sudah cukup membuatku menangis. Setelah dunia ini, kita tetap tak kan menyatu. Lalu, dimana aku bisa menemuimu?
Semakin merasa pernah memiliki, semakin keras rasanya kehilangan. Jadi, mana yang lebih baik? Ini bukan tentangmu, melainkan aku. Kau tahu, tiba-tiba aku mengkhawatirkan masa depanku. Sesuatu yang dulu tidak pernah ku pikirkan. Di manakah kau pada masa depanku? ………………………………...........

Buku : Novel Kinanthi Terlahir Kembali
Karya : Tasaro GK
“Sesuatu saat, mencintai adalah memutar kembali hari tanpa seseorang yang engkau sayangi. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang engkau kasihi hidup harus tetap berjalan.”

Tulisan di atas merupakan cuplikan dari novel Kinanthi. Novel ini tebal 536 halaman dengan daftar isi nama-nama bintang. Enak di baca. Sebagai teman perjalanan mungkin. J
Berlatar Gunung Kidul, novel ini menceritakan tentang desa kecil yang di huni oleh sepasang sahabat, Kinanthi dan Ajuj. Gunung kidul, daerah yang panas, kering, dan miskin, mengharuskan kinanthi dijual oleh orang tuanya demi 50 kg beras. Dibawa ke kota, ternyata Kinanthi malah di jual, menjadi TKI.
Perjalanan hidup yang tidak mudah, tak ada sahabat, kinanthi hanya bisa menuliskan surat kepada Ajuj, dimanapun ia berada. Hingga kejadian di Amerika saat dia menjadi TKI dipukul, disetrika, tak digaji, tak diberi makan bahkan sampai harus kehilangan kehormatan.
Setelah kejadian tersebut, dia menadapatkan hak nya kembali. Dengan ibu asuhnya, seorang muslimah, Asma, dia mempunyai harapan hidup yang baru. Kinanthi Hope, kata hope pada namanya sebagai awal kehidupan yang baru, masa depan baru yang lebih baik. Terhormat. Hingga akhirnya ia menjadi professor sebuah universitas terkenal juga seorang penulis. Namun kenangannya tentang Ajuj, selama ini tetap menjadi satu di otaknya. Di setiap tidurnya. Di setiap dingin dan sepi hari-harinya. Meski banyak orang yang mengisi hidupnya, seorang Ajuj tetap berdiri di sana dan tak pergi sekejap pun.
Akankah dia bisa bersama kembali dengan Ajuj? Mengulang kembali kebersamaan dan membuat kenangan-kenangan baru bersamanya?

Silahkan dibaca. Di novel ini juga dijelaskan mengenai tembang-tembang macapat. Pasti tahu, apa itu tembang macapat, bagi yang dapat Bahasa Jawa SD/ SMP? :D
Keren deh, terdapat banyak pesannya. Tentang penerimaan, kesabaran, juga semangat untuk masa depan.
jadi pingin deh, beli buku Tasaro yang Muhammad 1 dan Tetap Saja Ku Sebut (dia ) Cinta.
J

Komentar

Postingan Populer